Kamis, 18 November 2010

Artikel tentang Nabi Muhammad SAW


Sha'ban - A Month of Bounties and Blessings

"Rajab is the month of Allah, Shaban is my month and Ramadan is the month of the Nation". -Prophet Muhammad (peace and blessings be upon him

Shaban is the 8th month in the Islamic calendar and is considered one of the meritorious months for which we find particular instructions in the Sunnah of Prophet Muhammad (peace and blessings be upon him). The Arabic word Sha`ban is derived from the word ‘tash`aba’, which means "to go in different directions." It is said that Sha`ban takes such a name because the Arabs used to go in different directions fighting their enemies.

It is reported that Prophet Muhammad (peace and blessings be upon him), used to fast most of the month in Shaban except the last few days of the month. These fasts are supererogatory (nafl). Shaban is the month immediately preceding the month of Ramadan.

1. The blessed companion Usama ibn Zaid , reports that he asked Prophet Muhammad (peace and blessings be upon him) : "Messenger of Allah, I have seen you fasting in the month of Shaban so frequently that I have never seen you fasting in any other month." Prophet Muhammad (peace and blessings be upon him), replied: "That (Shaban) is a month between Rajab and Ramadan which is neglected by many people. And it is a month in which an account of the deeds (of human beings) is presented before the Lord of the universe, so, I wish that my deeds be presented at a time when I am in a state of fasting."

2. Ummul Mu'mineen 'Aishah (r), says, "Prophet Muhammad (peace and blessings be upon him) ,used to fast for most of Shaban. I said to him, 'Messenger of Allah, is Shaban your favorite month for fasting?' He said, 'In this month Allah prescribes the list of the persons dying this year. Therefore, I like that my death comes when I am in a state of fasting.' "

These reports indicate that fasting in the month of Shaban, though not obligatory but is very deserving and that Prophet Muhammad (peace and blessings be upon him) did not like to miss it.

Various Islamic scholars have recommended special worshiping during the night of 15th of Shaaban. This is based on the saying (Hadith) of Prophet Muhammad (peace and blessings be upon him), the meaning of which is that during the night of 15th of Shaaban, A reported by Ibn Majah. Allah will say "is there any person repenting so that I forgive him, and any person seeking provision so that I provide for him, and any person with distress so that I relieve him, and so on until dawn."

This is the night occurring between 14th and 15th day of Shaban. Traditions of Prophet Muhammad (peace and blessings be upon him), show that it is a meritorious night in which the people of the earth are attended by special Divine Mercy.

On the Night of 15th Shaban, after Maghrib or Isha prayer it is traditional practice to read Surah Yasin and make special supplications for good health, protection from calamities and increased Iman.

According to tradition this night has special blessings that are directed towards the faithful. Therefore, as much as possible, this night should be spent in worship and total submission to Allah Almighty. Also, fasting is recommended on the day immediately following this Night, i.e. the 15th day of Shaban.

The blessed companion Anas (radiAllahu anhu) reports that Prophet Muhammad (salAllahu alayhi wasalam) was asked, "Which fast is the most meritorious after the fasts of Ramadan?" He replied, "Fasts of Shaban in honor of Ramadan."

Ummul Mu'mineen A'isha (radiAllahu anha) says "Prophet Muhammad (salAllahu alayhi wasalam) would sometimes begin to fast continuously until we thought he would not stop fasting, and sometimes he used to stop fasting until we thought he would never fast. I never saw the Messenger of Allah (salAllahu alayhi wasalam) fasting a complete month, except the month of Ramadan, and I have never seen him fasting in a month more frequently than he did in Sha'ban."

It should be kept in mind that the fasts of Sha'ban are for those persons only who are capable of keeping them without causing deficiency in the obligatory fasts of Ramadan. Therefore, if one fears that after fasting in Sha'ban, he will lose strength or freshness for the fasts of Ramadan and will not be able to fast in it with freshness, he should not fast in Sha'ban, because the fasts of Ramadan, being obligatory, are more important than the optional fasts of Sha'ban. That is why Prophet Muhammad (salAllahu alayhi wasalam) himself has forbidden the Muslims from fasting one or two days immediately before the commencement of Ramadan. The blessed Companion Abu Hurairah (radiAllahu anhu) reports Prophet Muhammad (salAllahu alayhi wasalam) to have said, "Do not fast after the first half of the month of Sha'ban is gone."

According to another report Prophet Muhammad (salAllahu alayhi wasalam) has said: "Do not precede the month of Ramadan with one or two fasts."

The essence of the above-quoted ahadith is that Prophet Muhammad (salAllahu alayhi wasalam) himself used to fast most of the month of Sha'ban, because he had no fear of developing weakness or weariness before the commencement of Ramadan. As for others, he ordered them not to fast after the 15th of Sha'ban for the fear that they would lose their strength and freshness before Ramadan starts, and would not be able to welcome the month of Ramadan with enthusiasm.

Sha'ban contains the birthdays of many great personalities.

3rd Sha'ban: Imam Hussain ibn Ali (peace be upon him), born 4 AH
4th Sha'ban: Abbas ibn Ali (peace be upon him), born 26 AH
5th Sha'ban: Ali Akbar ibn Husain (peace be upon him)
5th Sha'ban: Imam Sajjad (peace be upon him), born 38 AH
6th Sha'ban: Bibi Zainab bint Ali (peace be upon her), born 6 AH
7th Sha'ban: Qasim ibn Hasan ibn Ali (peace be upon him)

Sha'ban is a month for seeking nearness to Allah and preparing for the height of opportunity in the month of Ramadhan
. It is full of opportunity in itself, and this first week of many birth dates is a string of opportunities to begin to renew ourselves spiritually. Commemorating birth dates and other historical occasions is a means to an end – it is a method mentioned by the Ahlul Bayt (peace be upon them) in sayings such as, "May Allah have mercy on those who remember us", to seek spiritual growth and nearness to Allah.

May Allah (swt) guide is all and bless us with his abundant blessings..ameen

http://www.zimbio.com/Islam/articles/jUTV1YMVy9z/Islamic+Information+Sha+ban+Month+Bounties


Sha’ban – Bulan Penuh Rahmat dan Berkah

“Rajab adalah bulan Allah, Sha’ban adalah bulanku dan Ramadhan adalah bulannya para umat”. – Nabi Muhammad (kedamaian dan keberkahan baginya

Shaban merupakan bulan ke-8 dalam kalender Islam dan dipertimbangkan sebagai salah satu bulan yang berfaedah bagi semua umat manusia, yang kita temukan perintah khusus dalam Sunnah Nabi Muhammad SAW. Sha’ban, kata dari bahasa Arab yang berasal dari kata ‘tash’aba’, yang berarti “pergi dalam arah yang berbeda.” Disebutkan bahwa Sha’ban diambil menjadi sebuah nama karena bangsa Arab biasa pergi dalam arah yang berbeda untuk memerangi musuhnya.

Dikatakan bahwa Nabi Muhammad SAW, terbiasa berpuasa pada kebanyakan hari di bulan Sha’ban kecuali beberapa hari terakhir pada bulan tersebut.     Puasa ini merupakan nafl. Sha’ban merupakan bulan sebelum bulan Ramadhan.

1.    Usama ibn Zaid, sahabat yang diberkahi Allah, mengatakan bahwa ia bertanya kepada Nabi Muhammad SAW: “Ya Rasulullah, saya melihat Anda begitu sering berpuasa di bulan Sha’ban, tapi saya tidak pernah melihat Anda berpuasa pada bulan yang lain.” Nabi Muhammad SAW, menjawab: “Itu (Sha’ban) adalah bulan antara Rajab dan Ramadhan yang dilupakan oleh banyak orang. Dan bulan ini merupakan perhitungan atas perbuatan kita yang ditunjukkan di depan Tuhan semesta alam, maka, saya berharap bahwa perbuatan saya yang ditunjukkan nanti adalah ketika saya berpuasa.”

2.    Ummul Mu’mineen ‘Aishah (r), berkata, “Nabi Muhammad SAW., biasa berpuasa di sebagian besar bulan Sha’ban. Saya berkata kepada beliau, ‘Ya Rasulullah, apakah Sha’ban merupakan bulan favorit Anda untuk berpuasa?’ Beliau berkata, ‘Pada bulan ini Allah akan menentukan daftar orang yang meninggal pada tahun ini. Oleh karena itu, saya ingin ajal menjeput ketika saya berpuasa.’”

Laporan-laporan ini mengindikasikan bahwa berpuasa di bulan Sha’ban, meskipun bukan puasa wajib tetapi baik untuk dikerjakan dan Nabi Muhammad SAW tidak suka melupakannya.

Berbagai ulama Islam menganjurkan ibadah khusus selama malam ke-15 di bulan Sha’ban. Hal ini berdasarkan pada perkataan (hadist) Nabi Muhammad SAW., makna selama malam ke-15 di bulan Sha’ban, disebutkan oleh Ibn Majah. Allah bersabda “Barang siapa bertobat maka Aku ampuni, dan barang siapa yang mencari nafkah maka Aku berikan, dan barang siapa berada dalam kesusahan maka Aku meringankannya, dan seterusnya hingga subuh.”

Malam ini berlangsung antara malam ke-14 dan ke-15 di bulan Sha’ban. Tradisi Nabi Muhammad SAW, menunjukkan bahwa malam itu merupakan malam yang berfaedah bagi umat manusia di bumi ini yang disertai oleh Tuhan Yang Maha Pemurah.

Pada malam ke-15 di bulan Sha’ban, setelah sholat Maghrib atau Isya dilaksanakan pembacaan Surat Yasin dan permohonan khusus untuk meminta kesehatan, perlindungan dari marabahaya dan peningkatan Iman.

Berdasarkan tradisi malam ini mempunyai berkah khusus yang ditujukan bagi orang-orang yang beriman. Oleh karena itu, sebanyak mungkin, malam ini seharusnya dihabiskan dengan beribadah dan tunduk sepenuhnya kepada Allah Yang Maha Kuasa. Juga, dianjurkan berpuasa pada hari setelah malam ini, yaitu hari ke-15 di bulan Sha’ban.

Sahabat Anas (radiAllahu anhu) mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW ditanya, “Puasa manakah yang paling berfaedah selain puasa Ramadhan?” Beliau menjawab, “Puasa Sha’ban untuk menghormati Ramadhan.”

Ummul Mu’mineen A’isha (radiAllahu anhu) berkata “Nabi Muhammad SAW terkadang akan memulai puasa dengan terus menerus hingga kami pikir beliau tidak akan berhenti puasa, dan kadang beliau biasa berhenti puasa hingga kami pikir beliau tidak akan pernah berpuasa. Saya tidak pernah melihat Nabi Muhammad SAW  berpuasa sebulan penuh, kecuali bulan Ramadhan, dan saya tidak pernah melihat beliau dalam satu bulan berpuasa lebih sering dari yang beliau lakukan di bulan Sha’ban.”

Harus diingat bahwa puasa di bulan Sha’ban hanya bagi orang–orang yang mampu menjalankannya tanpa mengganggu puasa wajib di bulan Ramadhan. Oleh karena itu, jika seseorang khawatir setelah berpuasa di bulan Sha’ban, ia akan kehilangan kekuatan atau kesegaran untuk berpuasa Ramadhan dan tidak akan mampu untuk berpuasa di bulan tersebut dengan baik, ia tidak harus berpuasa di bulan Sha’ban, karena puasa di bulan Ramadhan, merupakan kewajiban, yang lebih penting daripada puasa sunat di bulan Sha’ban. Oleh karena itu NAbi Muhammad SAW melarang Muslim untuk berpuasa satu atau dua hari sebelum awal bulan Ramadhan. Sahabat Abu Hurairah (radiAllahu anhu) mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW berkata, “Janganlah berpuasa setelah bulan Sha’ban berjalan setengah bulan pertamanya.”

Berdasarkan laporan yang lainnya, Nabi Muhammad SAW berkata: “Janganlah mendahului bulan Ramadhan dengan satu atau dua kali puasa.”

Intisari dari kutipan hadits di atas adalah Nabi Muhammad SAW biasa berpuasa di sebagian besar bulan Sha’ban, karena beliau tidak khawatir menjadi lemas atau kelelahan sebelum awal bulan Ramadhan. Namun untuk yang lainnya, beliau memerintahkan mereka untuk tidak puasa setelah hari ke-15 di bulan Sha’ban bagi mereka yang khawatir akan kehilangan kekuatan dan kesegaran sebelum Ramadhan dimulai, dan yang tidak akan mampu menyambut Ramadhan dengan semangat.

Pada bulan Sha’ban terdapat beberapa hari lahir orang-orang hebat.

Tanggal 3 Sha’ban: Imam Hussain ibn Ali ra., tahun 4 setelah Hijriah.
Tanggal 4 Sha’ban: Abbas ibn Ali ra., tahun 26 setelah Hijriah.
Tanggal 5 Sha’ban: Ali Akbar ibn Husain ra..
Tanggal 5 Sha’ban: Imam Sajjad ra., tahun 38 setelah Hijriah.
Tanggal 6 Sha’ban: Bibi Zainab bint Ali ra., tahun 6 setelah Hijriah.
Tanggal 7 Sha’ban: Qasim ibn Hasan ibn Ali ra..

Sha’ban merupakan bulan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan persiapan untuk puncaknya kesempatan di bulan Ramadhan. Bulan ini penuh dengan kesempatan, dan beberapa tanggal lahir pada minggu pertama di bulan ini merupakan deretan kesempatan untuk mulai memperbarui kerohanian diri kita. Peringatan hari lahir dan peristiwa sejarawan lainnya merupakan sebuah pertengahan menuju akhir – metode yang disebutkan oleh Ahlul Bayt ra. yang berkata, “Semoga Allah mengasihi orang-orang yang mengingat kami”, mencari pekembangan rohani dan kedekatan dengan Allah.
Semoga Allah swt. memberi petunjuk dan berkah kepada kita dengan keberkahan yang berlimpah..aamiin

Rabu, 03 November 2010

Terjemahan Surat Al-Baqarah (1-10)

Surat Al-Baqarah (Sapi Betina)

2:1
SI
Alif, Lam, Meem.
MK
Alif-Lam-Mim. [Huruf-huruf ini merupakan salah satu keajaiban Al-Qur’an dan tidak ada seorangpun kecuali Allah (sendiri) yang mengetahui maknanya].

Terjemahan Sahih International sesuai dengan ayat Al-Qur’an yang diterjemahkannya. Berbeda halnya dengan Muhsin Khan yang menjelaskan arti dari ayat tersebut.

2:2
SI
Ini adalah kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya, merupakan petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa kepada Allah.
MK
Ini adalah kitab (Al-Qur’an), tidak ada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi mereka para Al-Muttaqun [orang-orang yang saleh dan berbudi yang sangat takut kepada Allah (menjauhkan diri dari semua dosa dan perbuatan jahat yang telah Allah larang) dan sangat mencintai Allah (melakukan semua perbuatan baik yang telah Allah tentukan)].

Pada dasarnya, kedua terjemahan tersebut sama. Namun, Muhsin Khan menjelaskan lebih rinci kata-kata yang telah diterjemahkan. Muhsin Khan menjelaskan mengenai Al-Muttaqun (orang yang bertakwa)

2:3
SI
Mereka yang meyakini hal gaib, mendirikan solat, dan menunaikan zakat,
MK
Mereka yang meyakini hal Ghaib dan melaksanakan As-Salat (Iqamat-as-Salat), dan memberikan apa yang kita miliki untuk mereka [mis. memberi Zakat, zakat mereka sendiri, orang tua mereka, anak-anak mereka, istri-istri mereka, dll., dan juga berderma kepada orang-orang miskin dan berjuang di jalan Allah – Jihad, dll.].

Muhsin Khan menjelaskan terjemahannya lebih panjang dan merinci. Dan menggunakan kata-kata yang masih berbahasa Arab, mis. Iqamat-as-Salat. Sedangkan Sahih International tidak menjelaskannya secara rinci.


2:4
SI
Dan orang-orang yang beriman pada apa yang telah ditunjukkan kepadamu, [O Muhammad], dan yang telah ditunjukkan sebelum kamu, dan mereka yang beriman pada akhirat.
MK
Dan orang-orang yang beriman pada (Al-Qur’an dan Sunnah) apa yang telah diturunkan (ditunjukkan) kepadamu (Muhammad, ketentraman baginya) dan pada (Taurat dan Injil, dll.) yang diturunkan sebelum kamu dan mereka meyakini dengan pasti pada akhirat. (Hari kebangkitan, hari pembalasan atas perbuatan baik dan buruk mereka, surga dan neraka, dll.).

Pada ayat ini, Muhsi Khan menjelaskan tentang hal yang diturunkan kepada Nabi Muhammad dan mengenai akhirat.

2:5
SI
Itu adalah petunjuk (kebenaran) dari Tuhan mereka, dan mereka itu adalah orang-orang yang berbahagia.
MK
Itu adalah petunjuk (yang benar) dari Tuhan mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berbahagia.

Pada ayat ini tidak terdapat perbedaan penjelasan yang mencolok. Hanya terdapat penggunaan kata yang berbeda, namun memiliki arti yang sama.

2:6
SI
Sesungguhnya, orang-orang yang ingkar – yaitu mereka yang jika kamu peringatkan ataupun tidak – mereka tidak akan beriman.
MK
Sesungguhnya, orang-orang yang ingkar, yaitu mereka yang jika kamu (O Muhammad, ketentraman bagimu) peringatkan ataupun tidak, mereka tidak akan beriman.

Terjemahan dari dua sumber di atas, tidak berbeda. Namun, terdapat penggunaan kata berbeda yang berarti sama.

2:7
SI
Allah telah menutup hati dan pendengaran mereka, dan seluruh penglihatan mereka. Dan bagi mereka siksaan yang pedih.
MK
Allah telah menutup hati dan pendengaran mereka, (mereka tertutup dari hidayah Allah), dan terdapat penutup pada mata mereka. Mereka akan mendapatkan siksaan yang pedih.

Pada ayat ini, Muhsin Khan menjelaskan makna yang tersirat di dalamnya.

2:8
SI
Dan beberapa orang berkata, “Kami beriman kepada Allah dan hari akhir,” tetapi mereka bukan orang-orang yang beriman.
MK
Dan di antara manusia, terdapat beberapa (orang-orang munafik) yang berkata: “Kami beriman kepada Allah dan hari akhir” sedangkan nyatanya mereka tidak beriman.

Terjemahannya hampir sama, namun menggunakan kata-kata yang agak berbeda.

2:9
SI
Mereka (kira) mampu mendustai Allah dan orang-orang beriman, tetapi mereka mendustai tiada lain diri mereka sendiri dan mereka tidak menyadarinya.
MK
Mereka (kira) mampu mendustai Allah dan orang-orang yang beriman, sedangkan mereka hanya mendustai diri mereka sendiri, dan mereka tidak menyadarinya!

Kata-kata yang digunakan dalam penerjemahan dua sumber ini hampir sama. Tidak begitu berbeda.

2:10
SI
Terdapat penyakit dalam hati mereka, maka Allah telah menambahkan penyakit hati mereka; dan bagi mereka siksaan yang pedih karena mereka terbiasa berdusta.
MK
Di dalam hati mereka terdapat penyakit hati (keraguan dan kemunafikan) dan Allah telah menambahkan penyakit hati mereka. Bagi mereka siksaan yang pedih karena mereka terbiasa berdusta.

Pada ayat ini, kata-kata yang digunakannya hampir sama. Namun, sama halnya seperti ayat-ayat sebelumnya, Muhsin Khan menjelaskan terjemahannya lebih merinci.